
Papua Barat Daya, – Suasana Idul Fitri 1447 Hijriah terasa hangat di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Kewilayahan RI-PNG dari Yonif 763/South Brigade Army (SBA) melaksanakan shalat Id bersama warga setempat, Sabtu (21/3/2026), dalam nuansa khidmat sekaligus penuh kebersamaan.
Sejak pagi, para prajurit bersama masyarakat menyiapkan lokasi shalat secara gotong royong. Di tengah keterbatasan fasilitas wilayah penugasan, hamparan sederhana itu menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antara TNI dan warga.
Shalat Id dipimpin oleh imam dari personel satgas. Dalam khutbahnya, disampaikan pesan tentang pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat perbatasan.
Momentum Idul Fitri dimanfaatkan prajurit untuk membangun kedekatan dengan warga. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Usai shalat, prajurit dan warga saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Suasana akrab terlihat dalam percakapan ringan dan canda yang mengalir, mencerminkan relasi yang kian cair antara aparat dan masyarakat.
Komandan Satgas Yonif 763/SBA menyatakan, perayaan Idul Fitri di daerah penugasan menjadi pengingat bagi prajurit untuk terus menjaga semangat pengabdian. “Kami ingin kehadiran kami memberi rasa aman sekaligus menghadirkan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.
Satgas Yonif 763/SBA saat ini bertugas di sejumlah wilayah di Papua Barat Daya, antara lain Kabupaten Maybrat, Tambrauw, dan Sorong Selatan. Di wilayah-wilayah itu, interaksi sosial seperti perayaan keagamaan menjadi salah satu sarana membangun kepercayaan dan kebersamaan di tengah masyarakat perbatasan.(*)
(Johannes/Sulaiman)













