
Teluk Bintuni, Papua Barat – Suara palu dan gesekan material bangunan terdengar bersahut-sahutan di Kampung Subin, wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini, Kamis (14/5/2026). Di antara warga yang bekerja memperbaiki gereja, tampak Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 763/Sana Braha Aji (SBA) turut mengangkat material dan membantu renovasi rumah ibadah tersebut.
Kehadiran komandan satgas ke Pos Subin tidak hanya menjadi agenda peninjauan rutin. Kunjungan itu sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat melalui kegiatan gotong royong serta penyaluran bantuan sosial.
Bersama personel Pos Subin dan warga setempat, Dansatgas ikut memperbaiki sejumlah bagian gereja dan membersihkan lingkungan sekitarnya. Kehadiran pimpinan satuan di tengah masyarakat dinilai memberi semangat tersendiri, baik bagi prajurit maupun warga yang terlibat.
“Gereja ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan warga Kampung Subin. Kami ingin kehadiran TNI benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dansatgas Yonif 763/SBA di sela kegiatan.
Selain bergotong royong, Dansatgas juga menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada sejumlah warga. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses.
Tokoh masyarakat Kampung Subin menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung prajurit TNI dalam kegiatan tersebut.
“Kami merasa diperhatikan. Bapak Dansatgas dan para prajurit tidak hanya datang berkunjung, tetapi ikut bekerja bersama kami. Ini membuat hubungan TNI dan masyarakat semakin dekat,” katanya.
Setelah kegiatan bersama warga, Dansatgas memberikan pengarahan kepada seluruh personel Pos Subin. Kunjungan kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan warga setempat.
Melalui kegiatan itu, Satgas Yonif 763/SBA menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat perbatasan, tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan semangat kebersamaan.(*)
(Johannes/Sulaiman)









