
Boyolali, Jawa Tengah – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 Kodim 0724/Boyolali tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Melalui kegiatan nonfisik, Satgas TMMD juga membekali masyarakat dengan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme sekaligus pentingnya tertib administrasi kependudukan.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut digelar di Aula Balai Desa Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Selasa (27/10/2026). Dua materi itu dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memastikan kelengkapan dokumen kependudukan.
Dalam penyuluhan bahaya radikalisme dan terorisme, Kanit Bin Tib Sos Satbinmas Polres Boyolali, Aiptu Fatmawati Setiyorini, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran paham yang berpotensi mengancam persatuan dan keamanan bangsa.
“Radikalisme dan terorisme bisa menyusup ke berbagai lini kehidupan, bahkan di lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membangun kewaspadaan bersama. Pemahaman yang memadai diharapkan dapat membantu warga mengenali potensi ancaman sekaligus menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.
Selain penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan TMMD kali ini juga menyasar aspek administrasi kependudukan. Melalui sosialisasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), warga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid.
Dokumen yang disosialisasikan meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, akta kelahiran, hingga akta kematian. Masyarakat juga memperoleh informasi mengenai pencatatan peristiwa penting serta pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Perwakilan Dispendukcapil mengapresiasi Satgas TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0724/Boyolali yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelayanan jemput bola yang langsung menjangkau masyarakat merupakan langkah efektif dan telah lama dinantikan warga.
Pendekatan langsung seperti ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan administrasi kependudukan sekaligus mendorong warga untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
Melalui rangkaian kegiatan nonfisik tersebut, Satgas TMMD berharap masyarakat Desa Wates semakin memahami bahaya radikalisme dan terorisme serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.
Dengan demikian, TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik di wilayah pedesaan, tetapi juga memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan kesadaran hukum, dan mendorong kualitas pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)













