
Boyolali, Jawa Tengah – Di tengah arus mudik yang kian padat, kehadiran aparat keamanan tak lagi semata identik dengan penjagaan dan pengawasan. Di Rest Area KM 487 A Tol Semarang–Solo, Kabupaten Boyolali, Senin (23/3/2026), personel TNI–Polri hadir dengan pendekatan berbeda: menemani para pemudik.
Melalui patroli dialogis yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026, aparat tak hanya memantau situasi, tetapi juga menyapa dan berbincang langsung dengan masyarakat. Sejumlah petugas terlihat berinteraksi dengan pemudik yang beristirahat, sopir kendaraan, hingga pedagang di area tersebut.
Pendekatan ini memberi warna lain dalam pengamanan mudik. Bagi para pemudik, kehadiran aparat bukan sekadar simbol ketertiban, melainkan juga sumber rasa aman di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Sertu Suyamto, Babinsa Koramil Teras Kodim 0724/Boyolali, mengatakan bahwa patroli di titik-titik strategis seperti rest area dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kami tidak hanya berjaga, tetapi juga ingin hadir dan berinteraksi. Harapannya, para pemudik merasa lebih nyaman dan terlindungi selama perjalanan,” ujarnya.
Menurut dia, komunikasi langsung di lapangan menjadi cara efektif untuk menyerap informasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Patroli yang dilakukan secara rutin ini diharapkan mampu menjaga suasana tetap tertib dan aman, sehingga para pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan tenang hingga tiba di tujuan.
Di tengah perjalanan yang melelahkan, kehadiran aparat yang menyapa dan mendengar menjadi penegas bahwa pengamanan mudik juga dapat hadir dalam wajah yang lebih humanis.(*)
(Agus Kemplu/Sulaiman)













