Bukan Sekadar Paskah, Ini Ikhtiar Menyalakan Literasi di Perbatasan Papua

Perbatasan17 Views

Keerom, Papua – Perayaan Paskah di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini tahun ini menghadirkan makna yang lebih luas. Di Kampung Kalifam, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, momentum keagamaan itu dimaknai sebagai ikhtiar menyalakan literasi bagi anak-anak di ujung timur negeri.

Melalui kolaborasi Satgas Pamtas RI–PNG Statis Yonif 643/Wanara Sakti, Satgas Swasembada, Balai Bahasa Provinsi Papua, dan Bank Indonesia, kegiatan penguatan literasi digelar di SD YPPK Kanandega, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menyatukan nilai spiritual dan pendidikan dalam satu ruang pembelajaran yang hangat dan partisipatif.

Sejak awal kegiatan, suasana kebersamaan terasa kuat. Para siswa menyambut rombongan dengan lagu selamat datang dan tepuk tangan meriah. Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Satgas Yonif 643/Wns Letkol Inf Adhi Sumarno, Kabag Teritorial Satgas Swasembada Letkol Inf Catur Prasetio Nugroho, Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua Valentina Tanate, serta perwakilan Bank Indonesia Melia Santa Novam, bersama para guru dan tokoh masyarakat setempat.

Komandan Satgas Yonif 643/Wns Letkol Inf Adhi Sumarno menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi bangsa, termasuk di wilayah perbatasan. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Literasi adalah kunci agar anak-anak mampu berpikir kritis dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi media ini, Rabu (1/4/2026).

Rangkaian kegiatan dirancang tidak sekadar seremonial, melainkan edukatif dan menyenangkan. Selain puji-pujian Paskah, para siswa mengikuti kuis literasi, menyaksikan drama edukatif yang menyampaikan pesan moral, serta terlibat dalam berbagai permainan interaktif.

Balai Bahasa Provinsi Papua memberikan materi literasi yang dikemas secara ringan dan komunikatif, sementara Bank Indonesia memperkenalkan cara mengenali uang asli dan palsu melalui metode 3D—dilihat, diraba, dan diterawang.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Tanate, menekankan pentingnya pendekatan yang kontekstual dalam meningkatkan minat baca anak-anak. “Literasi perlu dihadirkan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan keseharian mereka. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pembagian hadiah, serta makan siang bersama seluruh peserta. Bagi para siswa di Kalifam, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berkesan. Sebuah perayaan yang tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membuka jendela pengetahuan.

Satgas Yonif 643/Wns menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah perbatasan.

Di tengah keterbatasan akses, ikhtiar kecil ini menjadi penanda bahwa cahaya literasi terus dinyalakan, bahkan dari wilayah yang paling jauh dari pusat negeri.(*)

(Jhonni/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *