Bantu Ekonomi Warga Pedalaman Papua, Satgas Yonif 143/TWEJ Lakukan Hal Ini

Filantropi235 Views
Satgas Yonif 143/TWEJ saat membeli sayuran hasil kebun warga di Kampung Monggoefi, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (30/4/2023). (foto: istimewa)

KEEROM – Sebagai wujud perhatian Satgas Yonif 143/TWEJ membantu kesejahteraan ekonomi masyarakat wilayah penugasan, Satgas aktif melaksanakan anjangsana guna lebih solidnya jalinan persaudaraan dengan membeli sayuran hasil kebun warga di Kampung Monggoefi, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua, pada Minggu (30/4/2023) kemarin.

Dalam keterangan tertulisnya pada media, Senin (1/5/2023), Dankipur II Lettu Inf Supriyono menjelaskan selain melaksanakan tugas pokok mengamankan wilayah perbatasan, Satgas harus dapat menjalin komunikasi dengan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keakraban dan persaudaraan guna terciptanya kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Guna mendukung kelancaran tugas di perbatasan RI, Satgas Yonif 143/TWEJ bertekad untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan membantu mereka supaya lebih sejahtera karena dengan kesejahteraan warga tidak mudah terkena hasutan dan bujuk rayu pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan sesaat,” ungkap Dankipur II Satgas Yonif 143/TWEJ.

Kegiatan yang dipimpin oleh Danpos KM 140 Satgas Yonif 143/TWEJ Sertu M. Reza Wibisana yaitu mendatangi lapak Raymond Onangge (33) penjual sayuran Kampung Monggoefi untuk bincang-bincang dan membeli hasil kebun yang sedang dijajakan.

“Guna membantu ekonomi warga, Satgas membeli hasil kebun warga yang sedang dijajakan. Semoga dengan kegiatan yang sangat sederhana ini dapat membantu meningkatkan ekonomi mereka,” jelas Dankipur II.

Sementara itu, Raymond Onangge (33) penjual sayuran hasil kebun Kampung Monggoefi dengan gembira mengucapkan terimakasihnya kepada Satgas Yonif 143/TWEJ yang telah membeli semua sayuranya sehingga ia dapat pulang cepat dan melanjutkan berkebun tanpa harus seharian menunggu daganganya habis terjual.

“Puji Tuhan, Sa ucapkan terimakasih kepada bapa TNI yang telah membeli sa punya sayuran sehingga saya dapat kembali bekerja di kebun tanpa harus menunggu sa pu jualan habis,” tutur Raymond gembira.

(rils/tom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *