Balik Rantau Gratis dari Boyolali, Ikhtiar Negara Ringankan Beban Perantau di Arus Balik

POLITIKANA140 Views

Boyolali, Jawa Tengah – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar program balik rantau gratis bagi para pemudik yang hendak kembali ke kota perantauan, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0724/Boyolali.

Dalam sambutannya, Lutfi menegaskan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya pekerja sektor informal.

“Negara perlu hadir, tidak hanya saat arus mudik, tetapi juga ketika arus balik,” ujarnya.

Menurut dia, program ini tidak semata menyediakan layanan transportasi gratis, melainkan juga menjaga keberlanjutan tradisi mudik tanpa menambah beban biaya bagi masyarakat. Dengan ongkos perjalanan yang ditanggung pemerintah, para perantau dapat mengalokasikan penghasilan mereka untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Mayoritas peserta program ini berasal dari kalangan pekerja informal, seperti pedagang kecil, pengemudi ojek, pekerja bangunan, buruh pabrik, hingga penjual makanan keliling. Bagi kelompok ini, biaya perjalanan pulang-pergi kerap menjadi pengeluaran besar.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi sangat berarti,” kata Lutfi.

Selain membantu masyarakat, program ini juga berkontribusi pada pengendalian arus lalu lintas selama masa arus balik. Penyediaan transportasi yang terorganisasi dinilai mampu membuat perjalanan lebih tertib, aman, dan terkendali.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar. Para peserta tampak antusias memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan aparat keamanan, momentum Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, serta kepedulian bagi masyarakat.(*)

(Agus Kemplu/Sulaiman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *