
Blora, Jawa Tengah – Aksi unjuk rasa petani tebu di Kabupaten Blora berakhir damai setelah Perum Bulog memastikan akan menyerap hasil panen tebu petani pada 2026 melalui PT GMM sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmadinejad Rizal Ramdhani, saat melakukan kunjungan kerja ke PT GMM Blora dan berdialog langsung dengan petani, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah setempat, Jumat (3/4/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis. Sejumlah aspirasi petani disampaikan secara terbuka, terutama terkait kepastian pasar dan harga tebu pada musim panen mendatang.
“Kami sudah berkomunikasi sejak pagi dengan tokoh masyarakat. Sore ini kami sampaikan langsung kepada petani untuk memberikan kepastian,” ujar Ahmadinejad.
Dalam pertemuan itu, Bulog memastikan penyerapan tebu petani Blora akan dimulai pada musim panen Mei 2026. Proses penyerapan dilakukan melalui PT GMM dengan mengacu pada harga pemerintah.
Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Bulog akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Sugar Co (SGN) dan PTPN, guna memastikan kelancaran proses penyerapan hingga distribusi.
Setelah diserap di PT GMM Blora, tebu petani akan didistribusikan ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pasokan dan mendukung stabilitas produksi gula nasional.
Ahmadinejad menegaskan, proses penyaluran aspirasi hingga tercapainya kesepakatan dilakukan secara tertib dan mengedepankan musyawarah. Dialog yang berlangsung di kawasan PT GMM tersebut menghasilkan kesepahaman antara petani dan Bulog terkait mekanisme penyerapan tebu tahun depan.
Selain itu, Bulog juga melakukan pembenahan manajemen di PT GMM dengan mengganti jajaran direksi. Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme perusahaan, sekaligus melibatkan sumber daya lokal agar kinerja perusahaan semakin optimal.
Dengan adanya kepastian penyerapan dan pembenahan manajemen, diharapkan petani tebu di Blora memperoleh jaminan pasar dan harga yang lebih pasti, sekaligus memperkuat upaya menuju swasembada gula nasional.(*)
(Johannes/Sulaiman)







