
Jakarta, DKI Jakarta – Semangat persatuan dan solidaritas pengemudi dari berbagai daerah mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI). Sekitar 700 pengemudi berkumpul dalam momentum tersebut untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen memperjuangkan kesejahteraan para pengemudi Indonesia.
Peringatan yang berlangsung di PJTKI Jakarta, Minggu (1/11/2026), tersebut mengusung tema doa kebangsaan lintas agama. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan organisasi selama lima tahun, tetapi juga ruang memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ketua Umum RBPI, Ika Rostianti, mengatakan pemilihan tema doa kebangsaan lintas agama merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi bangsa sekaligus ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan nasional.
Menurutnya, perbedaan keyakinan dan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan demi masa depan Indonesia.
“Melalui doa kebangsaan lintas agama, kami ingin menyampaikan pesan bahwa persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, kekuatan, dan keberkahan,” ujar Ika.
Di balik semangat kebangsaan tersebut, RBPI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi para pengemudi di lapangan.
Ika menyebut sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian organisasi, di antaranya revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), kelangkaan BBM bersubsidi, serta tata kelola distribusi bahan bakar minyak.
Terkait revisi UU LLAJ, RBPI mendorong agar regulasi yang sedang dibahas mampu memberikan perlindungan dan keadilan bagi seluruh pengemudi, termasuk mereka yang memiliki armada sendiri.
Ketentuan mengenai sanksi terhadap pemilik armada juga menjadi perhatian agar pengaturannya lebih jelas dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi para pengemudi.
Selain persoalan regulasi, RBPI turut meminta pemerintah memberikan transparansi mengenai ketersediaan dan distribusi BBM bersubsidi. Kepastian akses terhadap bahan bakar dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang keberlangsungan pekerjaan para sopir.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang dihadapi pengemudi. Mulai dari kepastian regulasi hingga akses BBM bersubsidi. Aspirasi ini harus mendapatkan solusi yang jelas dan berpihak pada keberlangsungan kehidupan para sopir,” tegas Ika.
Antusiasme anggota terlihat dari jumlah kehadiran peserta yang mencapai sekitar 700 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut bahkan melampaui target awal panitia yang menetapkan sebanyak 500 peserta.
Partisipasi tersebut menjadi gambaran besarnya dukungan anggota terhadap perjalanan dan pengembangan organisasi RBPI. Selain mempererat hubungan antarpengemudi, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi serta menyatukan aspirasi dari berbagai daerah.
Ika menegaskan, RBPI akan terus mengambil peran sebagai wadah perjuangan, pemberdayaan, dan penyampaian aspirasi para pengemudi Indonesia.
Menurutnya, perjalanan lima tahun organisasi harus menjadi energi baru untuk memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kontribusi dalam memperjuangkan kepentingan para pengemudi.
Melalui peringatan Harlah ke-5 ini, RBPI ingin menegaskan bahwa komitmen menjaga persatuan bangsa dan memperjuangkan kesejahteraan pengemudi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Doa kebangsaan lintas agama yang menjadi bagian utama kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa keberagaman merupakan kekuatan untuk membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan lebih baik.(*)
(Resky/Sulaiman)







