
Entikong, Kalimantan Barat – Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia terus tumbuh melalui pendekatan persuasif dan edukasi yang dilakukan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani. Hal ini terlihat dari kesukarelaan seorang warga Dusun Guntembawang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menyerahkan seekor trenggiling hidup kepada personel Pos Guntembawang.
Penyerahan tersebut menjadi indikator positif keberhasilan komunikasi sosial (komsos) Satgas dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi satwa liar yang dilindungi, sekaligus memperkuat kemitraan antara prajurit TNI dan warga di wilayah perbatasan.
Trenggiling itu diserahkan oleh seorang warga berinisial DN pada Selasa (20/10/2026) dan diterima langsung oleh Danpos Guntembawang, Letda Arm Hendri Altalarik Setiawan.
Sebelumnya, DN menemukan satwa tersebut saat berburu dan memeliharanya selama dua hari. Setelah mendapatkan edukasi dari personel Satgas mengenai pentingnya perlindungan satwa liar, DN secara sukarela menyerahkan trenggiling tersebut kepada Pos Guntembawang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan warga, trenggiling itu mengalami luka pada bagian ekor akibat gigitan anjing yang dibawanya saat berburu.
Menindaklanjuti penyerahan tersebut, personel Satgas segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan menyerahkan trenggiling hidup itu kepada Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Entikong agar memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (22/10/2026), Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Letkol Arm Hanafi Sulaeman mengatakan bahwa pihaknya menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui komunikasi sosial yang berkelanjutan, Satgas terus mendorong masyarakat agar berperan aktif melaporkan temuan satwa yang dilindungi serta tidak melakukan perburuan dan perdagangan satwa secara ilegal.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa keberhasilan tugas pengamanan perbatasan tidak hanya diukur dari aspek keamanan wilayah, tetapi juga dari kemampuan prajurit membangun kepercayaan, meningkatkan kesadaran, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani berkomitmen melanjutkan pembinaan teritorial dan edukasi kepada masyarakat guna memperkuat kepedulian terhadap kelestarian satwa liar serta mewujudkan kawasan perbatasan yang aman, harmonis, dan lestari.(*)
(Jhonni/Sulaiman)













