
Jakarta, DKI Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan Polri dalam menjaga persatuan bangsa serta mewujudkan keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat. Hal itu mengemuka dalam silaturahminya dengan ulama terkemuka Habib Umar bin Hafidz di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara ulama dan kepolisian, sekaligus meneguhkan nilai-nilai keimanan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam pertemuan itu, Suyudi mengakui bahwa tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat memiliki tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, dukungan moral, nasihat, serta doa dari para ulama dinilai penting untuk memperkuat keteguhan personel Polri dalam menjalankan amanah.
“Sebagai pengayom masyarakat, tugas kepolisian tentu sangat berat dan kompleks. Oleh karena itu, kami membutuhkan nasihat dan doa dari para ulama, khususnya Habib Umar bin Hafidz,” ujar Suyudi.
Menurut Kapolri, hubungan yang erat antara ulama dan Polri menjadi salah satu elemen penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai-nilai keagamaan diharapkan turut memperkuat integritas, tanggung jawab, dan komitmen anggota kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Habib Umar bin Hafidz menyampaikan harapan agar kepemimpinan Polri senantiasa berlandaskan keimanan dan nilai-nilai kebaikan. Ia menilai, keteladanan seorang pemimpin memiliki pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku seluruh anggota yang dipimpinnya.
“Apabila pemimpin kepolisian dengan keimanan yang semacam ini, maka harapan kami besar. Ini pun juga akan menular kepada seluruh anggota kepolisian,” ungkap Habib Umar bin Hafidz.
Pesan tersebut menekankan pentingnya keteladanan di lingkungan institusi kepolisian. Kepemimpinan yang menjunjung tinggi nilai moral dan spiritual diharapkan mampu mendorong personel Polri menjalankan tugas secara profesional, adil, dan bertanggung jawab.
Silaturahmi Kapolri dengan Habib Umar bin Hafidz sekaligus mencerminkan pentingnya kolaborasi ulama, umaro, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sinergi tersebut menjadi modal sosial untuk memperkuat toleransi, merawat persaudaraan, serta mencegah potensi perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, Polri menempatkan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada upaya penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan dukungan dari berbagai elemen bangsa.
Melalui penguatan komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat, Polri diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang humanis sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.(*)
(Rudolf/Sulaiman)












