Latihan Combat SAR di Pulau Edam, Dansatkopaska Koarmada 1: Untuk Tingkatkan Profesionalisme Satkopaska!

Angkatan Laut105 Views
Personel Satkopaska Koarmada 1 TNI AL saat berlatih Combat SAR di Pulau Edam, Kepulauan Seribu, Jakarta, 27 Mei-2 Juni 2024. (foto: Satkopaska Koarmada 1)

Jakarta, – “Satuan Komando Pasukan Katak Komando Armada I saat ini telah selesai mengadakan latihan penyelamatan tawanan dan latihan hutan dengan materi Combat Search and Rescue atau Combat SAR di Pulau Edam, Kepulauan Seribu,” ujar Komandan Satkopaska Koarmada I, Kolonel Laut (T) Evi Bayu P., S.T., M.Tr.Hanla dalam keterangannya pada media, Senin (3/6/2024).

Menurut Kolonel Laut (T) Evi Bayu, latihan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional Satkopaska dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

“Termasuk penyelamatan tawanan yang ditahan oleh pihak musuh. Pulau Edam dipilih sebagai lokasi latihan karena kondisinya yang mendekati skenario operasi nyata, dengan vegetasi lebat dan medan yang menantang,” imbuhnya.

Disebutkan bahwa latihan tersebut dimulai 27 Mei 2024 hingga 2 Juni 2024 di Pulau Edam, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Kolonel Laut (T) Evi Bayu menjelaskan bahwa latihan penyelamatan tawanan tersebut memang dirancang untuk mensimulasikan skenario dimana personel militer atau sipil disandera oleh kelompok bersenjata.

“Satkopaska dilatih untuk melakukan operasi infiltrasi dan eksfiltrasi secara cepat dan efisien, menggunakan berbagai teknik tempur dan penyelamatan yang telah teruji. Personel yang terlibat dalam latihan ini harus menunjukkan keterampilan tinggi dalam bernavigasi jarak jauh, taktik tempur malam hari, dan penguasaan alat serta perlengkapan penyelamatan,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, latihan hutan dengan materi Combat SAR juga menjadi fokus utama dalam latihan ini.

“Combat SAR merupakan operasi penyelamatan di medan tempur, yang memerlukan koordinasi yang baik antara tim penyelamat dan pasukan pendukung,” tukasnya.

Dalam latihan tersebut, lanjutnya, Satkopaska diuji kemampuannya dalam bertahan hidup di hutan, merencanakan dan melaksanakan operasi penyelamatan di daerah yang sulit dijangkau, serta memberikan pertolongan pertama kepada korban yang berhasil diselamatkan.

Pulau Edam, lanjutnya, dengan kondisi geografisnya yang khas, memberikan tantangan tersendiri bagi Satkopaska.

“Vegetasi yang rapat dan medan yang tidak rata menuntut setiap anggota pasukan untuk menggunakan kemampuan terbaik mereka dalam hal orientasi medan dan teknik bertahan hidup. Latihan ini tidak hanya menguji kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja sama dalam tim, yang sangat penting dalam operasi penyelamatan nyata,” sebutnya detail.

Melalui latihan ini, Komandan Satkopaska Koarmada I berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme Satkopaska dalam menjalankan tugas-tugas penyelamatan dan operasi khusus.

“Latihan yang berlangsung di Pulau Edam ini merupakan salah satu wujud komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, serta melindungi setiap warga negara Indonesia dari ancaman yang dapat muncul kapan saja dan dimana saja,” pungkasnya.

(Tanto/Tommy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *